Pages

Rss

Jumat, 01 Februari 2013

Laporan Percobaan Kimia: Pengaruh Suhu Pada Kesetimbangan



BAB I
PENDAHULUAN

1.  Latar Belakang
     Kesetimbangan kimia adalah keadaan yang stabil tetapi peka terhadap perubahan. Misalnya perubahan suhu, tekanan, volum, dan konsentrasi. Kesetimbangan dapat bergeser ke kanan dan ke kiri bergantung pada jumlah perekasi dan produk. Kesetimbangan dikatakan bergeser ke kanan, jika produk bertambah atau pereaksi berkurang. Sedangkan kesetimbangan dikatakan bergeser ke kiri, jika produk berkurang atau pereaksi bertambah.

2.  Rumusan Masalah
a)    Apakah kesetimbangan kimia itu?
b)   Apa saja faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan?
c)    Apakah suhu mempengaruhi kesetimbangan kimia?

3.  Tujuan
a)    Mengetahui pengertian kesetimbangan kimia.
b)   Mengetahui faktor yang mempengaruhi pergeseran kesetimbangan.
c)    Mengetahui pengaruh suhu dalam pergeseran kesetimbangan.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

          Kesetimbangan kimia adalah keadaan yang stabil tetapi peka terhadap perubahan. Misalnya perubahan suhu, tekanan, volum, dan konsentrasi. Kesetimbangan dapat bergeser ke kanan dan ke kiri bergantung pada jumlah perekasi dan produk. Kesetimbangan dikatakan bergeser ke kanan, jika produk bertambah atau pereaksi berkurang. Sedangkan kesetimbangan dikatakan bergeser ke kiri, jika produk berkurang atau pereaksi bertambah.
          Pada tahun 1884, Henri Louis La Chatelier (1850 – 1936) berhasil menyimpulkan pengaruh faktor luar terhadap kesetimbangan. Kesimpulan Le Chatelier tersebut kini kita kenal sebagai azas Le Chatelier, sebagai berikut : Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Secara singkat, azas Le Chatelier dapat disimpulkan sebagai berikut:

Reaksi = - Aksi

          Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan. Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan.
1. Pengaruh Konsentrasi
Sesuai dengan azas Le Chatelier (reaksi= - aksi), jika konsentrasi salah satu komponen diperbesar maka reaksi sistem adalah mengurangi komponen tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu komponen diperkecil, maka reaksi sistem adalah menambah komponen itu.
· Jika konsentrasi pereaksi diperbesar, kesetimbangan akan bergeser ke kanan.
· Jika konsentrasi pereaksi diperkecil, kesetimbangan akan bergeser ke kiri.

2. Pengaruh Tekanan
Penambahan tekanan dengan cara memperkecil volum akan memperbesar konsentrasi semua komponen. Sesuai dengan azas Le Chatelier, maka sistem akan bereaksi dengan mengurangi tekanan. Tekanan gas bergantung pada jumlah molekul dan tidak bergantung pada jenis gas. Oleh karena itu, untuk mengurangi tekanan maka reaksi kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih kecil.
Sebaliknya, jika tekanan dikurangi degan cara memperbesar volum, maka sistem akan bereaksi degan menambah tekanan dengan cara menambah jumlah molekul. Reaksi akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya lebih besar.
·      Jika tekanan diperbesar (volum diperkecil), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terkecil.
·      Jika tekanan diperkecil (volum diperbesar), kesetimbangan akan bergeser ke arah yang jumlah koefisiennya terbesar.
3.  Pengaruh Komponen Padat dan Cair
          Penambahan atau pengurangan komponen yang berupa padatan dan cairan murni tidak mempengaruhi kesetimbangan. Karena jarak antarpartikel dalam padatan dan cairan adalah tetap. Tetapi dalam sistem larutan (pelarut air), penambahan air dalam jumlah yang signifikan dapat juga berarti memperbesar volume, sehingga kesetimbangan akan bergeser ke ruas yang jumlah koefisiennya terbesar.

4. Pengaruh Suhu
Sesuai dengan azas Le Chatelier, jika suhu sistem kesetimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem adalah menurunkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (endoterm). Sebaliknya, jika suhu sistem kesetimbangan diturunkan, maka reaksi sistem adalah menaikkan suhu, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang megeluarkan kalor (eksoterm).

5. Pengaruh Katalis
Katalis akan mempercepat laju reaksi maju sekaligus laju reaksi balik. Oleh karena itu, penggunaan katalis akan mempercepat tercapainya keadaan setimbang. Suatu katalis juga penting bagi reaksi yang memerlukan suhu tinggi, karena dengan suatu katalis reaksi seperti itu dapat berlangsung pada suhu yang lebih rendah. Hal itu menjadi sangat penting apabila reaksi pada suhu tinggi mengurangi rendemen hasil reaksi.
Meskipun katalis dapat mempercepat pencapaian keadaan setimbang, namun katalis tidak mengubah komposisi kesetimbangan (mengeser kesetimbangan).



BAB III
METODE

A. Alat Dan Bahan
1.    10 mL larutan HNO3 pekat
2.    Lempeng tembaga (Cu)
3.    Air
4.    3 buah Gelas kimia
5.    Pipet ukur
6.    Kaki tiga
7.    Korek api
8.    Es batu
9.    Pembakar spiritus
10.    Kassa
11.    Plastik dan karet

B. Cara Kerja
1.      Mengambil larutan HNO3 pekat sebanyak 10 mL dan memasukkannya kedalam tabung ukur dengan pipet ukur.
2.      Memasukkan larutan HNO3 pekat dari tabung ukur kedalam tabung reaksi.
3.      Memasukkan lempeng 3 gr tembaga (Cu) dan segera menutup mulut tabung reaksi dengan plastik serta mengkaretinya.
4.      Setelah logam tembaga (Cu) habis, memasukkan tabung reaksi pada gelas kimia yang berisi air pada suhu kamar dan mendiamkannya beberapa menit.
5.      Memindahkan tabung reaksi pada gelas kimia yang berisi air yang telah didinginkan degan air es dan mendiamkannya beberapa menit.
6.      Memindahkan tabung reaksi pada gelas kimia yang berisi air pada suhu kamar agar siap dimasukkan pada air panas
7.      Memindahkan tabung reaksi pada gelas kimia yang berisi air yang telah dipanaskan dan mendiamkannya beberapa menit.
8.      Mencatat pada lebar kerja sementara hasil yang diperoleh.



BAB IV
PEMBAHASAN

A.Data Hasil Pengamatan
No
Perlakuan pada tabung reaksi
Hasil Pengamatan
1
Didinginkan
Warna coklat (gas N2O4) tidak terlalu pekat
2
Diletakkan pada suhu kamar
Warna coklat (gas N2O4) terlihat samar
3
Dipanaskan
Warna coklat (gas N2O4) sangat pekat

B. Pembahasan
Pada data percobaan no 1 (tabung didinginkan) warna coklat (N2O4) tidak terlalu pekat. Hal ini berarti arah kesetimbangan bergeser menuju arah kanan (N2O4) karena produk bertambah dan pereaksi berkurang. Sedangkan pada data percobaan no 2 keadaanya adalah setimbang. Dan pada data percobaan 3, warna coklat (N2O4) yang muncul sangat pekat, hal ini berarti kesetimbangan bergeser ke kanan menuju gas NO2 karena jumlah produk berkurang dan pereaksi bertambah.
     Dalam percobaan terbukti bahwa terjadi perbedaan arah kesetimbangan pada saat suhu dinaikkan dengan saat suhu diturunkan. Pada saat suhu dinaikkan kesetimbangan menuju ke arah kiri dan pada saat suhu diturunkan kesetimbangan menuju arah kanan.

C.Jawaban Pertanyaan
1.      a) Eksoterm
b) Endoterm
2.      NO2 (kanan)
3.      Konsentrasi N2O4
4.      N2O4 (kiri)
5.      NO2
6.      Perubahan suhu berpengaruh pada pergeseran kesetimbangan, yakni:
a)      Suhu naik, kesetimbangan bergeser ke arah reaksi endoterm (menyerap kalor).
b)      Suhu turun, kesetimbangan bergeser ke arah reaksi eksoterm (melepas kalor).



BAB V
PENUTUP
A.     Kesimpulan
      Pada percobaan tersebut, suhu sangat mempengaruhi arah kesetimbangan. Yakni sebagai berikut:
·         Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi endoterm
·         Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi eksoterm
      Terjadi perbedaan arah kesetimbangan pada saat suhu dinaikkan dengan saat suhu diturunkan. Pada saat suhu dinaikkan kesetimbangan menuju ke arah kiri dan pada saat suhu diturunkan kesetimbangan menuju arah kanan.

B.     Saran
       Praktikum sebaiknya dilakukan segera dan jangan mengulur-ulur waktu.




DAFTAR PUSTAKA

Purba, Michael.2007. Kimia untuk SMA kelas XI. Jakarta: Erlangga.










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Cari Di Blog Ini

Memuat...